KANTOR PSIKOLOGI TERPAN SEMARANG

KANTOR PSIKOLOGI TERPAN SEMARANG
KANTOR PSIKOLOGI TERAPAN SEMARANG

Jumat, 20 Mei 2011

Budaya Dalam Organisasi Yang Tunggal

Budaya Dalam Organisasi Yang Tunggal
Ouys Alkharani


Hampir jarang sebuah organisasi memiliki budaya yang tunggal, yaitu seperangkat nilai, keyakinan dan harapan yang sama. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang karyawan diperusahaan sebelumnya, nilai-nilai yang terjadi karena interaksi dengan perusahaan lain, faktor bawaan lingkungan keluarga dan lain sebagainya. Padahal budaya tunggal itu sangatlah menguntungkan bagi pimpinan/owner dan perusahaan itu sendiri. Artinya akan terjadi satu ”suara”/satu komando dari tingkat atas sampai ketingkat paling bawah.

Orang-orang memiliki kecenderungan untuk memiliki sikap dan nilai bersama dengan orang-orang lain di unit kerja yang sama dibanding dengan orang-orang di unit kerja lainnya dalam suatu organisasi. Sehingga subculture akan sulit dihindari mengingat kontrol seluruh karyawan secara personal tidak mungkin dilakukan. Namun dominant culture suatu keharusan yang harus diciptakan agar terjadi nilai inti yang diyakini bersama seluruh anggota organisasi.

Pertanyaannya adalah bagaimana membentuk dan memelihara dominant culture????Budaya itu sendiri terbentuk secara alamiah melalui Pertama adalah Pendiri perusahaan. Pendiri perusahaan seyogyanya memiliki kepribadian yang dinamis, nilai yang kuat, visi yang jelas. Mereka harus memilih orang-orang yang tepat dalam menjalankan visi misi perusahaan (sesuai requierment) . Kedua. Pengalaman organisasi. Setiap karyawan memiliki pengalaman organisasi masing-masing. Manajemen haruslah sadar, peka, serius dalam menggunakan metode dalam perekrutan/seleksi karyawan sehingga terpilih karyawan yang tepat, sesuai dan kompeten. Ketiga. Interaksi internal, anggota-anggota dalam organisasi selalu terlibat dalam menginterpretasikan kejadian dalam organisasi.

Suatu pekerjaan besar untuk mengubah budaya yang sudah terbentuk karena kita kurang menyadari bahwa 3 (tiga) hal kriteria diatas, terabaikan selama ini, padahal perusahaan semakin besar dan budaya organisasi sudah terbentuk bahkan tidak sesuai dengan harapan. Bagaimana membentuknya??? Ada lima cara yang efektif untuk menjaga budaya organisasi. Yang pertama adalah menciptakan Simbol. Kalau sudah ada, refresh kembali simbol-simbol perusahaan agar masuk dalam pikiran dan hatinya. Kedua adalah buatlah skenario cerita-cerita positif dan menarik, kemudian sebarluaskan dengan informasi kebaikan-kebaikan. Ketiga adalah Jargon. Ciptakan jargon-jargon yang aplikatif, bahasa sehari-hari, mudah diterapkan agar bisa menjadi suatu kebiasaan sehingga anggota organisasi menjadi terikat dengan budaya organisasi. Keempat adalah Seremoni. Beberapa perusahaan besar dan sehat di Indonesia masih menggunakan acara seremoni setiap pagi. Maksud dan tujuannya adalah debriefing, konsolidasi sehingga anggota organisasi setiap hari ”clear and clean ” tidak ada hambatan psikologis baik dengan pekerjaan maupun sesama anggota organisasi. Kelima adalah Pernyataan Tertulis. Pernyataan tertulis bisa dilakukan untuk menyatakan nilai-nilai yang dianut organisasi sehingga dapat dipakai untuk menjaga budaya, peryataan ini bisa berupa prinsip-prinsip perusahaan.

Dari gambaran diatas, tentunya kita sebagai pelaku bisnis, owner, pimpinan, stake holder dalam perusahaan menginginkan satu komando (satu suara) untuk mencapai tujuan organisasi. Kalau budaya sudah terbentuk tidak sesuai harapan, untuk melakukan revolusi SDM biaya (high cost) terlalu tinggi dan butuh waktu (long time -non eficiency). Sebuah forum workshop/pelatihan/lokakarya adalah salah satu solusi. Libatkan seluruh civitas kerja/bagian kerja/dari atas sampai bawah dalam sebuah kegiatan yang sama, kemudian selaraskan kegiatan tersebut dengan visi & misi perusahaan. Programkan kegiatan tersebut secara internal berkala dan bisa melibatkan pihak konsultan. Buatlah reincharge kegiatan tersebut dalam program berkala pula. Dalam waktu singkat dengan investasi yang jauh lebih murah, nilai-nilai organisasi perusahaan akan terbentuk sesuai harapan kita semua. Satu suara, satu komando, satu cita-cita bersama, maka tujuan organisasi akan tercapai sesuai harapan. Organisasi yang memiliki budaya tunggal akan lebih fokus, intens dan lebih cepat mencapai targetnya. Buktikan!! Perusahaan andakah itu???...optimis bisa !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar